Selasa, 07 Juni 2011

SISTEM RANGKA

SISTEM RANGKA

FUNGSI RANGKA

Ò menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh

Ò melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru

Ò tempat melekatnya otot-otot

Ò untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot

Ò tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah

Ò memberikan bentuk pada bangunan tubuh

Susunan kerangka terdiri dari bermacam tulang, tdr:

- Tengkorak 8 buah

- Wajah 14 buah

- Telinga dalam 6 buah

- lidah 1 buah

- Dada 25 buah

- Tlg blkg & gelang pinggul 26 buah

- Anggota gerak atas 64 buah

- Anggota gerak bawah 62 buah

Total: 206 buah

Bagian yang sering terdapat pd tulang:

1. Foramen : Lubang tempat lewat pemb drh, saraf, ligamen

2. Fosa : Lekukan didlm/permukaan tulang

3. Prosesus : tonjolan/taju

4. Kondilus : benjolan/taju bundar

5. Tuberkulum : Tonjolan kecil

6. Tuberositas : Tonjolan besar

7. Trokanter : tonjolan besar pd tlg paha

8. Krista : pinggir tulang

9. Spina : tonjolan runcing

10. Kaput : kepala tulang berbentuk bundar

hal11.jpggelang panggul2.jpg
PEMBAGIAN RANGKA TUBUH MANUSIA

Ò Rangka tubuh manusia dikelompokkan atas dua bagian yaitu:
A. Skeleton aksial
Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun poros tubuh dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ di kepala, leher dan badan
Skeleton aksial terdiri dari:

q Tulang Tengkorak

q Tulang dada

q Tukang rusuk

q Ruas2 tulang belakang

Ò B. Skeleton apendikular
Tersusun atas tulang tulang yang merupakan tambahan dari skeleton axial. Ske terdiri dari :

q Anggota gerak atas

q Anggota gerak bawah

q Gelang panggul

q Bagian akhir dari ruas tulang belakang, seperti sakrum dan coccygis

rangka 1.jpg

TULANG KEPALA/TENGKORAK/CRANIUM

Ò Dibentuk oleh tulang pipih melengkung yg berhubungan erat sekali,dihubungkan o/ sutura

Ò Terdiri atas tulang tengkorak dan wajah

cranialbones.jpg

TENGKORAK OTAK

cranialbones.jpg

1. Kubah tengkorak

a. Os. Frontal : Tulang dahi, dpn kepala

b. Os.Parietal : Tulang ubun2, tengah kepala

c. Os. Occipital : Belakang kepala For. Magnum Tlg blkg

2. Dasar Tengkorak

a. Os. Sfenoidal : di tengah dasar tengkorak spt kupu2 dg 3 pasang sayap

b. Os Etmoideal:didepan os sfenoidal, menyusun rongga hidung

3. Samping Tengkorak

a. Tlg karang/skuamosa:membentuk rongga telinga tengah dan dalam

b. Tlg keras/os.petrosum:menjorok ke bagian tlg pipi

c. Mastoid

TENGKORAK WAJAH

cranialbones.jpg

1. HIDUNG

a. Os Lakrimal: mata, dikiri kanan pangkal hidung

b. Os. Nasal: hidung atas

c. Os. Konka nasal: rongga hidung

d. Septum nasi: sekat rongga hidung

2. RAHANG

a. Os Maxilaris : rahang atas, 2 buah, kiri kanan

b. Prosesus Alveolaris: tempat melekat urat gigi

c. Os Zygomatikum: pipi, 2 buah, kiri kanan

d. Os Palatum: langit2, 2 buah, kiri kanan

e. Os.Mandibularis: rahang bawah, 2 buah, kiri kanan

f. Os Hioid: lidah

q Terdapat 3 rongga(cavum): orbita (mata), Nasi (hidung), oris (mulut)

TULANG BELAKANG (VERTEBRE)

Tulang_belakang.pngvet torak.png

Vertebra cervikals (7 ruas)

Ø Ruas pertama: atlas

Ø Ruas kedua: aksis ( goyang kepala)

Ø Ruas ketujuh: vert prominans

Ò Vertebra torakalis (12 ruas)

Ø Badan ruas

Ø Lengkung ruas: pros. Spinosus dan transvesus

Ò Vertebra lumbalis (5 ruas)

Ø Ruas kelima:promontorium

Ò Vertebra sakralis (5 ruas)

Ø Lubang kecil: foramen sakralis

Ò Vertebra koksigalis (4 ruas)

Ø Menjadi satu buah tulang

Ø Persendian dg tlg sakrum

KERANGKA DADA

rongga dada.jpg-Os. Sternum (tulang dada)

-Manubrium sterni

-Korpus sterni

-Prosesus xifoid

-Os. Costa (tulang iga)

-Kosta vera (tulang iga sejati)

ada 7 pasang

-Kosta spuria (tlg iga palsu)

ada 3 pasang

-Kosta Fluitante (iga melayang)

ada 2 pasang


KERANGKA PANGGUL

gelang panggul2.jpg-Os. Ileum (tlg usus)

-Fosa iliaka

-Spina iliaka

-Krista iliaka

-Os. Pubis (tlg -emaluan)

-Simfisis pubis

-Tuberkel pubis

-Os. Iskhi (tlg duduk)

-Tuberositas iskhiadikum

-Foramen obturatorium

-Asetabulum

GELANG BAHU

gelang bahu.jpg

Ò Tulang gelang bahu disebut juga tulang pectoral bahu tersusun atas 4 buah tulang yaitu 2 tulang belikat (skapula) dan 2 tulang selangka ( klavikula).

Ò Tulang selangka

ü berbentuk seperti huruf "S“

ü berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus)

untuk membentuk persendian yang menghasilkan

gerakan lebih bebas

ü ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada

ü ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat.

Ò Tulang belikat (skapula)

ü bentuk segitiga dan pipih

ü terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk

ü Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya

sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi

EXTREMITAS SUPERIOR/
ANGGOTA GERAK ATAS

ekstremitas 2.jpg

Ò Humerus / tulang lengan atas. Termasuk kelompok tulang panjang /pipa, ujung atasnya besar, halus, dan dikelilingi oleh tulang belikat. pada bagian bawah memiliki dua lekukan merupakan tempat melekatnya tulang radius dan ulna

Ò Radius dan ulna / pengumpil dan hasta.

Tulang ulna berukuran lebih besar dibandingkan radius, dan melekat dengan kuat di humerus. Tulang radius memiliki kontribusi yang besar untuk gerakan lengan bawah dibandingkan ulna

hal08.jpg

*karpal / pergelangan tangan/wirst joint

tersusun atas 8 buah tulang yang saling dihubungkan oleh ligamen

*metakarpal / telapak tangan. Tersusun atas lima buah tangan. Pada bagian atas berhubungan dengan tulang pergelangan tangan, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan tulang-tulang jari (palanges)

*Palanges (tulang jari-jari). tersusun atas 14 buah tulang. Setiap jari tersusun atas tiga buah tulang, kecuali ibu jari yang hanya tersusun atas 2 buah tulang.

EXTREMITAS INFERIOR/
ANGGOTA GERAK BAWAH

ekstremitas inferior.jpg

Ò Femur / tulang paha.

Termasuk kelompok tulang panjang, terletak mulai dari gelang panggul sampai ke lutut.

Ò Tibia dan fibula / tulang kering dan tulang betis. Bagian pangkal berhubungan dengan lutut bagian ujung berhubungan dengan pergelangan kaki. Ukuran tulang kering lebih besar dinandingkan tulang betis karena berfungsi untuk menahan beban atau berat tubuh. Tulang betis merupakan tempat melekatnya beberapa otot

Ò Patela / tempurung lutut. terletak antara femur dengan tibia, bentuk segitiga. patela berfungsi melindungi sendi lutut, dan memberikan kekuatan pada tendon yang membentuk lutut

syndesmosis.jpg

Ò Tarsal / Tulang pergelangan kaki. Termasuk tulang pendek, dan tersusun atas 8 tulang dengan salah satunya adalah tulang tumit (Calcaneus)

Ò Metatarsal / Tulang telapak kaki. Tersusun atas 5 buah tulang yang mendatar

Ò Palanges / tulang jari-jari kaki. Tersusun tiap jari terdiri atas 3 tulang kecuali tulang ibu jari atas 2 tulang.

lower ekstremity

LOWER EXTREMITAS






Teknik Radiografi Intra Venous Pyelography (IVP)

Teknik Radiografi Intra Venous Pyelography (IVP)

1. Definisi

Ilmu yang mempelajari prosedur /tata cara pemeriksaan ginjal, ureter, dan blass (vesica urinary) menggunakan sinar-x dengan melakukan injeksi media kontras melalui vena.

  • Pada saat media kontras diinjeksikan melalui pembuluh vena pada tangan pasien, media kontras akan mengikuti peredaran darah dan dikumpulkan dalam ginjal dan tractus urinary, sehingga ginjal dan tractus urinary menjadi berwarna putih.
  • Dengan IVP, radiologist dapat melihat dan mengetahui anatomy serta fungsi ginjal, ureter dan blass.

2. Tujuan Pemeriksaan IVP

  • Pemeriksaan IVP membantu dokter mengetahui adanya kelainan pada sistem urinary, dengan melihat kerja ginjal dan sistem urinary pasien.
  • Pemeriksaan ini dipergunakan untuk mengetahui gejala seperti kencing darah (hematuri) dan sakit pada daerah punggung.
  • Dengan IVP dokter dapat mengetahui adanya kelainan pada sistem tractus urinary dari :
    • batu ginjal
    • pembesaran prostat
    • Tumor pada ginjal, ureter dan blass.

3. Indikasi Pemeriksaan IVP

  1. Renal agenesis
  2. Polyuria
  3. BPH (benign prostatic hyperplasia)
  4. Congenital anomali :
    • duplication of ureter n renal pelvis
    • ectopia kidney
    • horseshoe kidney
    • malroration
  5. Hydroneprosis
  6. Pyelonepritis
  7. Renal hypertention

4. Kontra Indikasi

  • Alergi terhadap media kontras
  • Pasien yang mempunyai kelainan atau penyakit jantung
  • Pasien dengan riwayat atau dalam serangan jantung
  • Multi myeloma
  • Neonatus
  • Diabetes mellitus tidak terkontrol/parah
  • Pasien yang sedang dalam keadaan kolik
  • Hasil ureum dan creatinin tidak normal

5. Persiapan Pemeriksaan

  1. Persiapan Pasien
    1. Pasien makan bubur kecap saja sejak 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan BNO-IVP dilakukan.
    2. Pasien tidak boleh minum susu, makan telur serta sayur-sayuran yang berserat.
    3. Jam 20.00 pasien minum garam inggris (magnesium sulfat), dicampur 1 gelas air matang untuk urus-urus, disertai minum air putih 1-2 gelas, terus puasa.
    4. Selama puasa pasien dianjurkan untuk tidak merokok dan banyak bicara guna meminimalisir udara dalam usus.
    5. Jam 08.00 pasien datang ke unit radiologi untuk dilakukan pemeriksaan, dan sebelum pemeriksaan dimulai pasien diminta buang air kecil untuk mengosongkan blass.
    6. Yang terakhir adalah penjelasan kepada keluarga pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan dan penandatanganan informed consent.
  2. Persiapan Media Kontras

o Media kontras yang digunakan adalah yang berbahan iodium, dimana jumlahnya disesuaikan dengan berat badan pasien, yakni 1-2 cc/kg berat badan.

Persiapan Alat dan Bahan

0. Peralatan Steril

§ Wings needle No. 21 G (1 buah)

§ Spuit 20 cc (2 buah)

§ Kapas alcohol atau wipes

§ Tourniquet

1. Peralatan Un-Steril

§ Plester

§ Marker R/L dan marker waktu

§ Media kontras Iopamiro (± 40 – 50 cc)

§ Obat-obatan emergency (antisipasi alergi media kontras)

§ Baju pasien

6. Prosedur Pemeriksaan BNO-IVP

  1. Lakukan pemeriksaan BNO posisi AP, untuk melihat persiapan pasien
  2. Jika persiapan pasien baik/bersih, suntikkan media kontras melalui intravena 1 cc saja, diamkan sesaat untuk melihat reaksi alergis.
  3. Jika tidak ada reaksi alergis penyuntikan dapat dilanjutkan dengan memasang alat compressive ureter terlebih dahulu di sekitar SIAS kanan dan kiri.
  4. Setelah itu lakukan foto nephogram dengan posisi AP supine 1 menit setelah injeksi media kontras untuk melihat masuknya media kontras ke collecting sistem, terutama pada pasien hypertensi dan anak-anak.
  5. Lakukan foto 5 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan ukuran film 24 x 30 untuk melihat pelviocaliseal dan ureter proximal terisi media kontras.
  6. Foto 15 menit post injeksi dengan posisi AP supine menggunakan film 24 x 30 mencakup gambaran pelviocalyseal, ureter dan bladder mulai terisi media kontras
  7. Foto 30 menit post injeksi dengan posisi AP supine melihat gambaran bladder terisi penuh media kontras. Film yang digunakan ukuran 30 x 40.
  8. Setelah semua foto sudah dikonsulkan kepada dokter spesialis radiologi, biasanya dibuat foto blast oblique untuk melihat prostate (umumnya pada pasien yang lanjut usia).
  9. Yang terakhir lakukan foto post void dengan posisi AP supine atau erect untuk melihat kelainan kecil yang mungkin terjadi di daerah bladder. Dengan posisi erect dapat menunjukan adanya ren mobile (pergerakan ginjal yang tidak normal) pada kasus pos hematuri.

7. Kriteria Gambar

  1. Foto 5 menit post injeksi
    • Tampak kontras mengisi ginjal kanan dan kiri.
  2. Foto 15 menit post injeksi
    • Tampak kontras mengisi ginjal, ureter.
  3. Foto 30 menit post injeksi (full blass)
    • Tampak blass terisi penuh oleh kontras
  4. Foto Post Mixi
    • Tampak blass yang telah kosong.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNr8HZK5HHKq9iX6jj4IBPUJBP1A_gvNeTPE43oJnWQIXw1u-tSeWXaNxkN1VUaj0bgwGoC67iBI6Hz5wVSidgMW7mgMeiHg5sxHpDGy9BV898Iy18WRIcg66kpdSbFX56UpDStnyEC7Q/s400/1.jpg

8. Perawatan Lanjutan

Tidak ada perawatan khusus yang diberikan kepada pasien setelah menjalani pemeriksaan BNO-IVP ini.

Catatan :

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN IVP

  • Kelebihan
    1. Bersifat invasif.
    2. IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas, sehingga dokter dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan
    3. Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapat dilakukan.
    4. Radiasi relative rendah 5. relative aman

  • Kekurangan
    1. Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh.
    2. Dosis efektif pemeriksaan IVP adalah 3 mSv, sama dengan rata-rata radiasi yang diterima dari alam dalam satu tahun.
    3. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien, yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut.
    4. Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil.

Pemeriksaan BNO/IVP pada Penderita Hidronefrosis

Dibuat oleh: Aulia Fakhrina,Modifikasi terakhir pada Thu 30 of Sep, 2010 [22:24 UTC]

ABSTRAK

Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan perifer ginjal pada satu atau kedua ginjal akibat adanya obstruksi pada aliran normal urin menyebabkan urin mengalir balik sehingga tekanan diginjal meningkat. Pasien mungkin asimtomatik jika awitan terjadi secara bertahap. Obstruksi akut dapat menimbulkan rasa sakit dipanggul dan pinggang. Jika terjadi infeksi maja disuria, menggigil, demam dan nyeri tekan serta piuria akan terjadi. Hematuri dan piuria mungkin juga ada. Jika kedua ginjal kena maka tanda dan gejala gagal ginjal kronik akan muncul. BNO/IVP merupakan salah satu pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis hidronefrosis karena dapat memvisualisasi ginjal dan ureter setelah injeksi intravena bahan kontras. Pada kasus ini, hidronefrosis terjadi pada laki-laki usia 38 tahun yang mengeluhkan nyeri pada pinggang kiri terus menerus. Hasil dari pemeriksaan BNO/IVP menunjukkan adanya Hidronefrosis et causa Ureterolithiasis 1/3 proximal Sn.

Kata kunci : BNO/IVP, Hidronefrosis

KASUS

Seorang laki-laki berusia 38 tahun, dirawat sejak 5 hari sebelum dilakukan pemeriksaan radiologi dengan keluhan nyeri pinggang kiri berlangsung terus menerus dengan tingkatan nyeri yang kadangkala berat dan di lain saat berkurang. Pasien juga sering merasakan mual dan pegal di pinggang. Jika buang air kecil pasien sering merasakan nyeri. Pasien mengaku tidak pernah ada keluar pasir atau batu saat buang air kecil, tidak pernah mengalami air kencing berwarna merah atau warna teh. Buang air kecil tetap lancar dan jumlahnya biasa. Pada pemeriksaan abdomen, terdapat nyeri ketok ginjal kiri. Hasil dari pemeriksaan BNO/IVP menunjukkan adanya Hidronefrosis et causa Ureterolithiasis 1/3 proximal Sn.

DIAGNOSIS

Hidronefrosis et causa Ureterolithiasis 1/3 proximal Sn

DISKUSI

Pada kasus ini hidronefrosis terjadi pada seorang laki-laki berusia 38 tahun yang datang dengan keluhan nyeri pinggang kiri yang berlangsung terus-menerus dengan tingkatan nyeri yang kadangkala berat dan di lain saat berkurang. Pasien juga sering merasakan pegal di pinggang. Jika buang air kecil pasien sering merasakan nyeri. Pasien mengaku tidak pernah ada keluar pasir atau batu saat buang air kecil, tidak pernah mengalami air kencing berwarna merah atau warna teh. Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan BNO/IVP untuk menegakkan diagnosis.

Hidronefrosis adalah dilatasi piala dan perifer ginjal pada satu atau kedua ginjal akibat adanya obstruksi pada aliran normal urin menyebabkan urin mengalir balik sehingga tekanan diginjal meningkat. Pelebaran pelvis renalis yang berlangsung lama dapat menghalangi kontraksi otot ritmis yang secara normal mengalirkan air kemih ke kandung kemih. Jaringan fibrosa lalu akan menggantikan kedudukan jaringan otot yang normal di dinding ureter sehingga terjadi kerusakan yang menetap.

IVP merupakan suatu tipe X-Ray yang memvisualisasi ginjal dan ureter setelah injeksi intravena bahan kontras. Setelah injeksi, kontras bergerak melalui ginjal, ureter dan vesica urinaria. Foto diambil dalam beberapa interval waktu untuk melihat pergerakan ini. IVP dapat memperlihatkan ukuran, bentuk, dan struktur ginjal, ureter dan VU. Juga untuk mengevaluasi fungsi ginjal, deteksi penyakit ginjal, batu ureter dan VU, pembesaran prostat, trauma dan tumor.

Indikasi IVP

- Flank pain

- Hematuria

- Frequency

- Dysuria

- Suspected renal calculus

- Renal tumor

Resiko pemeriksaan

- Resiko paparan radiasi sangat rendah

- Paparan radiasi selama kehamilan dapat menyebabkan kecacatan

- Dapat menyebabkan alergi terhadap kontras

- Dapat menyebabkan gagal ginjal, terutama jika pasien mengkonsumsi Glucophage

- Komplikasi lain yang tak berkaitan dengan kontras

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan

- Feses atau udara di colon

- Aliran darah yang sedikit ke ginjal

- Barium di saluran cerna dari prosedur sebelumnya

Persiapan

- Pemeriksaan ureum kreatinin (Kreatinin maksimum 2)

- Malam sebelum pemeriksaan pasien diberi laksansia untuk membersihkan kolon dari feses yang menutupi daerah ginjal

- Pasien tidak diberi minum mulai jam 22.00 malam sebelum pemeriksaan untuk mendapatkan keadaan dehidrasi ringan

- Keesokan harinya pasien harus puasa, mengurangi bicara dan merokok untuk menghindari gangguan udara usus saat pemeriksaan

- Pada bayi dan anak diberi minum yang mengandung karbonat untuk mendistensikan lambung dan gas.

- Pada pasien rawat inap dapat dilakukan lavement

- Skin test subkutan

Pelaksanaan

  1. Pasien diminta mengosongkan kandung kemih
  2. Dilakukan foto BNO
  3. Injeksi kontras IV (setelah cek tensi dan cek alergi), beberapa saat dapat terjadi flushing, rasa asin di lidah, sakit kepala ringan, gatal, mual/muntah
  4. Diambil foto pada menit ke-5, 15, 30 dan 45

- Menit ke-5 : menilai nefroram dan mungkin system pelvicalices (SPC)

- Menit ke-15 : menilai SPC sampai dengan kedua ureter

- Menit ke-30 : Menilai ureterovesico junction

- Menit ke-45 : menilai vesica urinaria

KESIMPULAN

Pada kasus ini, dilakukan pemeriksaan BNO/IVP yang menunjukkan hasil terdapat pelebaran PCS Ren Sinistra dan itu berarti telah terjadi hidronefrosis pada ren sinistra pasien.

DAFTAR PUSTAKA

1. Malueka, RG. 2008. Radiologi Diagnostik. Pustaka Cendekia Press. Yogyakarta.

2. Patel, P. R. 2007. Lecture Notes Radiologi, edisi kedua. Jakarta: Erlangga.

3. Purnomo,B.B. 2005. Dasar-dasar Urologi, edisi kedua. Jakarta: Sagung Seto.

4. Sutton, D. 1995. Buku Ajar Radiologi untuk Mahasiswa Kedokteran, edisi kelima. Jakarta : Hipokrates.

PENULIS

Aulia Fakhrina. Program Profesi Pendidikan Dokter. Bagian Radiologi RSUD Salatiga (2010).

Rabu, 01 Desember 2010

jembatan persahabatan terbangun dalam waktu yang tak bisa dibilang singkat...
diawali di ruangan sempit di sudut kampus...
kepala botak jilbab hitam...
jalan merangkak di bawah tekanan teriakan senior...
((taik....emang kita budak apa??? hehehehe))
wajah-wajah lugu penuh mimpi dibilas ketulusan dan senyuman lucu...
hidung mancung, hidung pesek,rambut kriwil,badan besar, kurus kering,pantat tepos, hitam legam, gigi keriting...
semua menyatu dalam satu piring kebersamaan...
membangun pondasi sebuah hubungan kekeluargaan forever never die...
bersama kita tertawa...
bersama kita kuat...

Sabtu, 18 September 2010

ltrasound


X-Ray Medical Group provides you with years of professional experience in ultrasound and a level of expertise unmatched in East San Diego County. Our ultrasound services cover a full range of conditions and is provided at a number of our convenient locations.

Ultrasound Sharp Grossmont Hospital Radiology La Mesa and Santee California East San Diego County


Ultrasound

Ultrasound is a real-time imaging method, meaning the images are obtained continuously in a manner similar to a video camera. Real-time ultrasound can show the movement of internal tissues and organs, such as the flow of blood in arteries and veins, or the movement of a baby in a mother’s uterus. Ultrasound, otherwise known as ultrasonography or sonography, is a procedure in which sound waves are used to show structures in the human body. The sound waves reflect off of internal organs and other anatomic structures to create images, which a Radiologist can use to determine if the internal anatomy looks normal or abnormal. No ionizing radiation is used in an ultrasound procedure.


Hysterosonography

Hysterosonography is often used to investigate uterine abnormalities in women who experience infertility or multiple miscarriages. It is also a valuable technique in the evaluation of unexplained vaginal bleeding. Such conditions can result from uterine abnormalities such as congenital defects, masses, adhesions (or scarring), polyps, fibroids or atrophy. Hysterosonography is performed by inserting a small catheter into the uterus filling it with sterile saline. When the saline is inserted, it pushes the walls of the endometrium apart and allows a clear picture to be formed of its shape and size. If any part of the endometrial cavity appears irregular, it should be apparent to the Radiologist or sonographer.


Obstetric ultrasound

Obstetric ultrasound refers to the specialized use of sound waves to visualize and thus determine the condition of a pregnant woman and her embryo or fetus. Obstetric ultrasound can determine and establish the following:

  • To estimate the age of the pregnancy.
  • To diagnose congenital abnormalities.
  • To evaluate the position of the fetus.
  • To evaluate the position of the placenta.
  • To determine if there are multiple pregnancies.
  • To determine the amount of amniotic fluid around the fetus.
  • To check for opening or shortening of the cervix or mouth of the womb.


Abdominal Ultrasound

Ultrasound imaging is used extensively for evaluating the liver, kidneys, pancreas, gallbladder, spleen and blood vessels of the abdomen. Because it provides real-time images, it can also be used to:

  • Guide procedures such as needle biopsies in which needles are used to sample cells from organs for laboratory testing.
  • Help a physician determine the source of many abdominal pains, such as an inflamed appendix or stones in the gall bladder or kidney.
  • Help identify the cause for enlargement of an abdominal organ.


Doppler ultrasound

Doppler ultrasound is a special type of ultrasound study that examines major blood vessels. These images can help the physician to see and evaluate:

  • Blockages to blood flow, such as clots.
  • Build-up of plaque inside the vessel.
  • Congenital malformation.


Pediatric Abdominal Ultrasound

In children, an abdominal ultrasound image is a useful way of examining internal organs including the appendix, liver, gallbladder, spleen, pancreas, intestines, kidneys and bladder. Ultrasound is particularly valuable for evaluating abdominal pain in young children.

Ultrasound imaging can:

  • Help a physician determine the source of abdominal pain, such as stones, abscesses or an inflamed appendix.
  • Guide procedures such as needle biopsies, in which needles are used to sample cells from organs for laboratory testing.
  • Help identify the cause for enlargement of an abdominal organ.
  • Localize abnormal fluid in the abdomen.

How should my Child prepare for an ultrasound?

Your child should be dressed in comfortable, loose-fitting clothing for an ultrasound exam. Other preparation depends on the type of examination. For some scans, your doctor may ask you to withhold food and drink for as many as 12 hours before your child's appointment. For others, you may be asked to have your child drink up to six glasses of water two hours prior to the exam and avoid urinating so that his or her bladder is full when the scan begins. Sedation is rarely needed for ultrasound examinations.


Breast

The primary use of ultrasound today is to help diagnose breast abnormalities detected by a physician during a physical exam and to characterize potential abnormalities seen on mammography.

Ultrasound imaging can help to determine if an abnormality is solid (which may be a non-cancerous lump of tissue or a cancerous tumor) or fluid-filled (such as a benign cyst). Ultrasound can also help show additional features of the abnormal area.


Carotid

The most frequent reason for a carotid ultrasound exam is to detect narrowing, or stenosis, of the carotid artery, which substantially increases the risk of stroke. If your primary care physician detects high blood pressure or a carotid bruit (pronounced brU-E)—an abnormal sound in the neck that is heard with the stethoscope—carotid ultrasound may be needed. Other risk factors calling for ultrasound are advanced age, diabetes, elevated blood cholesterol, and a family history of stroke or heart disease.

If the exam shows narrowing of one or both carotid arteries, your physician may suggest medication, noninvasive angiography, or an operation to restore normal blood flow to the brain. In this way a stroke may be prevented.


Pelvis

A pelvic ultrasound usually focuses on the bladder and the prostate gland. Ultrasound images are captured in real-time, so they can show movement of internal tissues and organs, such as the flow of blood in arteries and veins.

For women, pelvic ultrasound is most often used to examine the uterus and ovaries and, during pregnancy, to monitor the health and development of the embryo or fetus.

A pelvic ultrasound exam can help identify stones, tumors and other disorders in the urinary bladder in men and women. Because ultrasound provides real-time images, it can also be used to guide procedures, like needle biopsies, in which a needle is used to sample cells from an abnormal area for laboratory testing. Doppler sonography is another method of ultrasound that can be used to evaluate blood flow in pelvic vessels.

How should I prepare for my pelvis ultrasound?

You should wear comfortable, loose-fitting clothing for your ultrasound exam. For some scans you may be asked to drink up to six glasses of water two hours prior to your exam, so your bladder is full when the scanning begins. A full bladder helps with visualization of the uterus, ovaries and bladder wall.


Prostate

Prostate ultrasound is used to detect possible disorders within a man's prostate gland. Ultrasound images can indicate when the prostate is enlarged or when there is an abnormal growth that might be cancer.

ultrasound of the prostate may be warranted if a blood test result is elevated or if a nodule is felt by a physician during a routine physical exam or prostate cancer screening exam. An ultrasound exam can also indicate other types of prostate conditions, such as inflammation of the prostate, or it can be used to help diagnose the reasons for a man's infertility.

How should I prepare for my prostate ultrasound?

You should wear comfortable, loose-fitting clothing for your ultrasound exam. An enema is taken two to four hours before the ultrasound to clean out the bowel. Follow your doctor's instructions on bowel preparation. A full bladder helps with visualization of the prostate, so you may be asked to drink up to six glasses of water prior to your exam.


Scrotum

Ultrasound imaging of the scrotum is the primary imaging method used to evaluate disorders of the testicles and surrounding areas. It is used when a patient is experiencing pain or swelling in the scrotum, a mass has been felt by the patient or doctor, or there's been trauma to the scrotal area.

Scrotal ultrasound imaging can help determine the cause of testicular pain or swelling. Some of the problems ultrasound imaging can identify include: inflammation of the scrotum, an absent or undescended testicle, testicular torsion, abnormal blood vessels or a lump or tumor.


Thyroid

An ultrasound examination of the neck to help diagnosis a lump in the thyroid or a thyroid that is not functioning properly. The thyroid gland is located in front of the neck just below the Adam's apple and is shaped like a butterfly, with two lobes on either side of the neck connected by a narrow band of tissue.


Vascular

Utrasound imaging of the body's veins and arteries can help our Radiologist see and evaluate blockages to blood flow, such as clots in veins and plaque in arteries.

Ultrasound of the vascular system also provides a fast, noninvasive means of identifying blockages of blood flow in the neck arteries to the brain that might produce a stroke or mini-stroke.


Venous Extremities

The most common reason for a venous ultrasound exam is to search for blood clots, especially in the veins of the leg.

Other reasons to do a venous ultrasound study:

  • Find the cause of long-standing leg swelling. In people with Varicose veins, a common condition, the valves that keep blood flowing in the right direction may not work well, and venous ultrasound can help the surgeon decide how best to deal with this condition.
  • Aid placement of a needle or catheter in a large interior vein. Sonography can help locate the exact site of the vein and avoid complications, such as bleeding or air in the chest cavity.
  • Map out the veins in the leg or arm so that segments may be removed and used to bypass an area of disease. An example is using pieces of vein from the leg to surgically bypass narrowed coronary arteries.
  • Examine a blood vessel graft used for dialysis not working as expected; an area of narrowing in the graft may be responsible.


Guided Breast Biopsy

When an ultrasound examination cannot characterize the nature of a breast abnormality; a physician may choose to perform an ultrasound-guided biopsy.

A breast biopsy involves removing some cells—either surgically or in a less invasive procedure involving a needle—from the suspicious area in the breast and examining them under a microscope to determine a diagnosis.

Ultrasound-guidance is used to assist physicians in obtaining tissue samples from the breast in three different biopsy procedures: a cyst aspiration, a fine needle aspiration (FNA) biopsy and a core needle (CN) biopsy.


[+] Find a Location
[+] See more services

San Diego Diagnostic Imaging Diagnostic Imaging

X-Ray Medical offers a full range of diagnostic imaging services at our various outpatient and hospital based locations throughout San Diego. [Read More]

San Diego Interventional Radiology Interventional
X-Ray Medical specializes in Interventional Radiology procedures. Angiography, Chemoembolization, RF Ablation of Tumors, more ...
[Read More]
Breast Ultrasound Breast MRI Mammography Women's Services
Uterine Fibroid Embolization (UFE), Mammography, Breast Biopsies and ultrasound; services focusing on our commitment to women's health. [Read More]
X-Ray Medical Group - Top Radiology Services in San Diego County Why Choose Us?

Top 10 Reasons to choose X-Ray Medical Group for your radiology care. [Read More]

Varicose Veins - Treatments in San Diego Varicose Veins?
X-Ray Medical offers RF Vein Ablations for the treatment of varicose veins. This technique has 95% efficacy that ...
[Read More]
Open MRI San Diego Imaging Center Open MRI
Our Open MRI allows you complete comfort and relaxation with superior quality MRI technology. Learn how you can ... [ Read More]
© X-Ray Medical Group, Inc. All Rights Reserved - XRayMedicalGroup.com | Services | Locations | Physicians
San Diego Imaging Centers and Radiologists at Sharp Grossmont Hospital in La Mesa and Santee CA. California
Disclaimer | Privacy Statement | Terms of Use | Contact Information

Medical Web Site Design & Medical Web Marketing by Vital Element, Inc.